Heir to The Throne - Capter 1
"Istriku, bisakah kamu meminjamkan ku uang 20 juta kagi? Rumah sakit telah menagihku lagi," -tanya Ang Zhao pada Long Xie dengan tidak enak hati.
Long Xie terdiam, lali menghembuskan nafas menahan kekesalan, ia mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya dan memberikannya pada Ang Zhao. Ang Zhao menunduk bersiap mengambil uang tersebut kemudian berkata "terima kasih" dengan pelan.
Long Xie bertubuh tinggi dan ramping dengan wajah yang tirus dan menarik, sungguh tiada duanya. Sedangkan Ang Zhao, meski ia tampan namun bila disandingkan dengan Long Xie, ia masih kalah jauh.
Tiga tahun lalu, ketika lulus dari sekolah vokasi Ang Zhao mendambakan karir yang baik, sama halnya seperti semua anak muda lainnya, sayang ibunya yang membesarkannya seorang diri tiba-tiba jatuh sakit karena gagal ginjal.
Ketika Ang Zhao bingung memikirkan biaya pengobatan ibunya, Long Xie yang ia cintai selama tiga tahun menempuh sekolah vokasi, menemukannya. Lalu wanita itu mengajukan sebuah perjanjian: asalkan ia bersedia, wanita itu mau menikah dengannya. Bukan hanya itu, Long Xie juga berjanji memberinya mas kawin yang tidak sedikit jika ia mau.
Ang Zhao tahu Long Xie tidak pernah mencintainya, namun mencarinya semata karena kehilangan seorang pria lain. Meski begitu demi bisa memberikan pengobatan untuk ibunya , Ang Zhao menerima tawaran Long Xie.
Tiga tahun ini, Ang Zhao bekerja sangat keras di LXie Corp untuk membuktikan kepantasannya . Meski begitu kehadirnnya tidak pernah diterima oleh ayah dan ibu Long Xie. Ia bahkan sering disindir oleh mereka.
Sementara itu, meski Long Xie tidak begitu sering menyindir dan meledeknya, namun selama tiga tahun pernikahan mereka Long Xie tidak pernah mengizinkan Ang Zhao menyentuh dirinya sedikit pun.
Tepat kerika Ang Zhao akan mengambil uang dari Long Xie itu, tiba-tiba ibu Long Xie masuk. Melihat pemandangan ini, ibu Long Xie langsung emosi dan berkata keras:
"Xie, Untuk apa kamu memberikan uang lagi pada sampah ini?"
"Ang Zhao, coba kamu katakan sudah berapa banyak uang kamu ambil dari keluarga kami?"
"Kamu sadar tidak, kamu sudah sering mengambil uang dari kami?"
Sederet teguran dan sindiran dari ibu mertuanya ini membuat Ang Zhao tertunduk dan menjawab:
"Ma, semua uang ini cepat atau lambat aka kukembalikan pada Long Xie, ibuku sekarang harus cuci darah"
Mertuanya menjawab dingin: "Apa hubungannya pengobatan ibumu dengan keluarga kami? Kamu anggap keluarga kami ini sebagai bank? kamu tahu tidak perusahaan Long Xie sekarang sedang kesulitan?"
Mertuanya itu pun menegur Long Xie: "Pokoknya uang ini jangan diberikan pada dia!", sembari mengatakan hal tersebut wanita itu berajalan ke arah Ang Zhao dan mengambil uang itu dengan paksa.
"Ma, sudahlah"
Long Xie melarangnya dengan nada lelah: "Sudahlah, urusan kantor juga tidak bisa diselesaikan hanya dengan uang 20 juta"
Melihat ekspresi Long Xie, Ang Zhao pun merasa semakin frustasi dengan dirinya sendiri.
Perusahaan kosmetik Long Xie sedang mengalami krisis besar, namun ia sama sekali tidak bisa membantunya. Ia tidak bisa mengjadi tiang tempat istrinya bersandar dan mengeluh!. Ketidak sukaan mertuanya nampak sudah mencapai tahap yang tidak bisa diperbaiki. Wanita itu kini marah:
"Aku sungguh tidak paham apa gunanya keberadaanmu dirumah ini! suami orang lain bisa menumpuk kekayaan, sementara kamu malah menghabiskan uang kami, kamu sungguh sampah yang paling buruk diantara sampah-sampah".
Ini baru lewat jam 12 siang, tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu. Ang Zhao menggerakkan alisnya, ia terlihat gusar. Sementara itu, Long Xie membuka pintu dengan wajah tidak bedaya dan lemas.
"Nona Xie ini, bunga harini tolong terima!"
Ternyata yang barusan mengetuk pintu adalah seorang kurir. Tangannya membawa sebuket besar bunga mawar merah. Bunga itu terlihat sangat memanjakan mata.
Melihat pemandangan itu, Ang Zhao mengepalkan kedua tanannya erat-erat. Ia sungguh geram, ia tahu bunga itu pemberian Xiao Ping, pria yang dari dulu mengejar Long Xie.
Bersambung.....
Belum ada Komentar untuk "Heir to The Throne - Capter 1"
Posting Komentar